Jakarta, 5 September 2026 – DJ Katty Butterfly menghadapi persoalan setelah batal tampil dalam sebuah acara karena kondisi kesehatannya menurun. Perempuan bernama lengkap Poltee Kattarey tersebut disebut mendapat tuntutan ganti rugi senilai sekitar Rp146 juta dari pihak penyelenggara setelah tidak dapat memenuhi jadwal penampilan yang telah disepakati. Pembatalan terjadi ketika Katty mengaku mengalami sakit sehingga tidak memungkinkan untuk tetap naik panggung. Persoalan kemudian berkembang karena kedua pihak memiliki pandangan berbeda mengenai tanggung jawab atas pembatalan tersebut. Katty pun mengungkapkan keberatannya setelah menerima somasi dengan nilai tuntutan yang jauh lebih besar dibandingkan honor yang sebelumnya disepakati.
Katty menjelaskan dirinya seharusnya tampil dalam sebuah acara di luar kota sesuai kontrak yang telah dibuat dengan pihak penyelenggara. Namun, menjelang keberangkatan kondisinya memburuk dan ia mengalami masalah kesehatan yang membuatnya tidak mampu menjalankan aktivitas seperti biasa. Situasi tersebut akhirnya membuat penampilan harus dibatalkan meskipun berbagai persiapan telah dilakukan. Menurut Katty, keputusan tersebut bukan diambil secara sepihak tanpa alasan, melainkan karena kondisi fisiknya benar-benar tidak memungkinkan untuk bekerja. Ia juga menyatakan telah berusaha mengomunikasikan kondisi tersebut kepada pihak yang berkaitan dengan acara.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pembatalan, Katty menyebut honor yang telah diterimanya sebelumnya sudah dikembalikan. Nilai honor penampilan tersebut disebut berada di kisaran Rp20 juta. Ia merasa pengembalian uang seharusnya dapat menjadi salah satu langkah penyelesaian karena dirinya tidak jadi memberikan layanan sebagaimana yang tercantum dalam kesepakatan. Namun, persoalan ternyata tidak berhenti setelah pengembalian honor dilakukan. Pihak penyelenggara kemudian menuntut kompensasi atas kerugian lain yang diklaim muncul akibat batalnya penampilan tersebut.
Katty mengaku terkejut ketika menerima somasi dengan tuntutan sekitar Rp146 juta. Nilai tersebut disebut mencakup berbagai kerugian yang dikaitkan dengan pembatalan penampilannya, bukan hanya pengembalian honor. Menurutnya, angka tersebut terasa sangat besar apabila dibandingkan dengan bayaran yang seharusnya diterima untuk tampil. Ia mempertanyakan dasar perhitungan kerugian yang membuat jumlah tuntutan meningkat berkali-kali lipat dari nilai kontraknya. Perselisihan tersebut kemudian menjadi perhatian setelah Katty membicarakan masalah yang dihadapinya kepada publik.
Dari sisi penyelenggara, pembatalan penampilan seorang pengisi acara dapat menimbulkan konsekuensi lebih luas daripada sekadar honor artis. Persiapan acara umumnya melibatkan biaya promosi, perjalanan, akomodasi, penyewaan lokasi, perlengkapan, tenaga kerja hingga komitmen kepada pengunjung atau pihak lain. Apabila salah satu pengisi acara utama batal hadir, penyelenggara dapat mengklaim mengalami kerugian tambahan. Namun, apakah seluruh kerugian tersebut dapat dibebankan kepada artis bergantung pada isi kontrak dan bukti yang dapat menunjukkan hubungan antara pembatalan dengan kerugian yang diklaim. Karena itu, dokumen perjanjian menjadi salah satu unsur penting apabila perselisihan berlanjut.
Kondisi kesehatan Katty juga menjadi bagian penting dalam persoalan tersebut. Pembatalan karena sakit dapat memiliki konsekuensi berbeda bergantung pada klausul kontrak yang telah disepakati kedua pihak. Perjanjian profesional biasanya dapat memuat ketentuan mengenai keadaan darurat, kondisi kesehatan, pembatalan, pengembalian pembayaran, penjadwalan ulang hingga kompensasi. Apabila kontrak secara khusus mengatur kondisi sakit dan dokumen pendukung yang harus diberikan, ketentuan itulah yang akan menjadi salah satu acuan. Katty menyatakan dirinya memang berada dalam kondisi yang membuatnya tidak dapat menjalankan pekerjaan pada waktu tersebut.
Katty juga memperlihatkan bahwa persoalan tersebut memberikan tekanan tersendiri kepadanya. Ia merasa sudah berusaha bertanggung jawab dengan mengembalikan honor setelah penampilan dibatalkan. Namun, tuntutan tambahan yang mencapai lebih dari Rp100 juta membuat persoalan menjadi jauh lebih rumit. Ia berharap alasan kesehatan dapat dipertimbangkan karena pembatalan bukan dilakukan untuk menghindari kewajiban secara sengaja. Meski menyampaikan keberatan, penyelesaian tetap membutuhkan komunikasi kedua pihak untuk menentukan apakah terdapat jalan tengah yang dapat diterima bersama.
Somasi sendiri pada dasarnya merupakan teguran atau pemberitahuan kepada pihak yang dianggap belum memenuhi suatu kewajiban dan tidak secara otomatis berarti seseorang telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Pihak yang menerima somasi memiliki kesempatan untuk memberikan jawaban, menjelaskan posisi, ataupun membantah nilai kerugian yang dituntut. Apabila kedua pihak tidak menemukan penyelesaian melalui komunikasi atau negosiasi, perselisihan dapat berlanjut melalui mekanisme hukum sesuai isi kontrak. Dalam proses tersebut, masing-masing pihak perlu menunjukkan dasar perjanjian dan bukti yang mendukung klaimnya. Karena itu, tuntutan Rp146 juta tersebut masih merupakan bagian dari perselisihan dan bukan nilai kerugian yang telah diputus secara final oleh pengadilan.
Kasus ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pengaturan klausul pembatalan secara terperinci dalam kontrak pekerjaan di industri hiburan. Kondisi kesehatan merupakan situasi yang dapat terjadi secara mendadak, sementara penyelenggara juga memiliki berbagai kewajiban dan pengeluaran sebelum sebuah acara berlangsung. Ketentuan mengenai pengembalian honor, penggantian jadwal, biaya perjalanan, serta keadaan di luar kendali para pihak dapat membantu mengurangi potensi perselisihan. Dokumentasi komunikasi ketika pembatalan terjadi juga dapat menjadi bagian penting untuk menunjukkan upaya masing-masing pihak mencari penyelesaian. Kontrak yang jelas pada akhirnya memberikan perlindungan baik kepada pengisi acara maupun penyelenggara.
Untuk saat ini, persoalan antara DJ Katty Butterfly dan pihak penyelenggara masih menjadi sengketa mengenai besarnya tanggung jawab akibat pembatalan penampilan. Katty menegaskan dirinya batal manggung karena sakit dan telah mengembalikan honor yang sebelumnya diterima. Di sisi lain, muncul tuntutan sekitar Rp146 juta yang disebut berkaitan dengan kerugian akibat pembatalan tersebut. Belum ada putusan hukum yang menetapkan bahwa Katty wajib membayar seluruh nilai yang dituntut. Penyelesaian selanjutnya akan bergantung pada komunikasi kedua pihak, isi kontrak, serta bukti mengenai kondisi kesehatan dan kerugian yang diklaim akibat batalnya acara.





