Jakarta, 23 September 2026 – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menempatkan Vietnam dan Thailand sebagai dua kekuatan yang patut mendapat perhatian besar menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, pelatih asal Inggris tersebut menegaskan lawan terbesar Skuad Garuda sebenarnya bukan salah satu negara peserta, melainkan timnya sendiri. Mentalitas, konsistensi permainan, dan kemampuan mempertahankan standar menjadi faktor yang menurut Herdman akan menentukan perjalanan Indonesia. Ia meyakini kualitas pemain yang dimiliki Indonesia cukup untuk bersaing dengan kekuatan utama Asia Tenggara.
Vietnam mendapat perhatian khusus karena memiliki organisasi permainan yang dinilai sangat baik. Herdman menyebut Vietnam sebagai tim yang terorganisasi, disiplin, dan memiliki pengalaman. Karakter tersebut membuat mereka menjadi salah satu lawan yang berpotensi memberikan ujian berat apabila bertemu Indonesia pada fase berikutnya. Vietnam juga memiliki catatan positif ketika menghadapi Garuda pada ASEAN Hyundai Cup 2026. Ketika itu, Indonesia menelan kekalahan 0-3 dari Vietnam dalam perjalanan yang akhirnya membuat Garuda gagal menembus semifinal.
Thailand juga masuk dalam daftar tim yang diperhitungkan Herdman. Skuad Gajah Perang memiliki tradisi kuat dalam kompetisi sepak bola Asia Tenggara dan datang dengan komposisi pemain yang lebih kompetitif. Herdman menyoroti keberadaan pemain berkualitas yang dapat memperkuat Thailand pada turnamen kali ini. Thailand juga memiliki pemain berpengalaman seperti Chanathip Songkrasin, Supachok Sarachat, dan Nicholas Mickelson dalam persiapan menuju kompetisi. Kondisi tersebut membuat persaingan FIFA ASEAN Cup berbeda dibandingkan turnamen regional yang tidak selalu berlangsung pada kalender internasional.
Selain Vietnam dan Thailand, Herdman turut memasukkan Malaysia sebagai kekuatan yang harus diwaspadai. Malaysia bahkan akan menjadi salah satu lawan Indonesia secara langsung pada fase grup. Herdman menilai kehadiran pemain naturalisasi berkualitas dapat meningkatkan kekuatan Malaysia maupun Thailand. Karena itu, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan keuntungan sebagai tuan rumah. Setiap pertandingan membutuhkan konsistensi apabila Garuda ingin melangkah jauh dalam turnamen.
Indonesia sendiri berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Sementara Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Dengan komposisi tersebut, Indonesia tidak akan bertemu Vietnam maupun Thailand pada fase grup. Pertemuan dengan salah satu dari kedua negara baru memungkinkan terjadi apabila tim-tim tersebut berhasil melewati fase awal sesuai format kompetisi. Kondisi itu membuat Indonesia terlebih dahulu harus menyelesaikan persaingan di Grup A sebelum memikirkan calon lawan dari grup lainnya.
Garuda dijadwalkan membuka perjalanan menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat, 25 September 2026. Setelah itu, Indonesia menghadapi Malaysia pada Senin, 28 September, sebelum menutup fase grup melawan Bangladesh pada Kamis, 1 Oktober. Seluruh pertandingan Grup A dimainkan di SUGBK. Adapun pertandingan Grup B yang melibatkan Vietnam dan Thailand berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Indonesia menjadi tuan rumah Divisi 1 FIFA ASEAN Cup yang berlangsung hingga awal Oktober.
Herdman tidak ingin para pemain terlalu banyak memikirkan reputasi negara lain sebelum mampu menunjukkan kualitas mereka sendiri. Menurutnya, Indonesia mempunyai tim yang kuat apabila mampu mempertahankan standar yang telah ditetapkan. Ia meminta pemain tampil dengan semangat, optimisme, dan keyakinan terhadap kemampuan sendiri. Dengan pendekatan tersebut, Herdman menilai Garuda tidak perlu takut menghadapi siapa pun. Pesan itu sekaligus menjadi penekanan terhadap aspek mental setelah hasil kurang memuaskan pada kompetisi regional sebelumnya.
FIFA ASEAN Cup juga menjadi kesempatan Indonesia memperbaiki hasil setelah gagal mencapai semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026. Pada kompetisi tersebut, Garuda tersingkir di fase grup setelah kalah dari Vietnam dan hanya bermain imbang ketika menghadapi Singapura. Herdman kini mempunyai kesempatan melakukan evaluasi dengan komposisi pemain yang berbeda. Ketersediaan pemain yang berkarier di luar negeri menjadi salah satu faktor yang dapat mengubah kekuatan Indonesia. Meski demikian, Garuda juga kehilangan sejumlah pemain akibat masalah kebugaran, termasuk bek Jay Idzes yang mengalami cedera paha bersama Sassuolo.
Bagi Herdman, kualitas individu tetap harus diikuti organisasi permainan dan mentalitas yang kuat. Vietnam menjadi contoh karena mampu memadukan kedisiplinan dengan organisasi tim yang konsisten. Thailand memiliki pengalaman serta pemain berkualitas, sedangkan Malaysia datang dengan komposisi yang juga mengalami penguatan. Faktor-faktor tersebut menjelaskan mengapa ketiga negara mendapatkan perhatian dari pelatih Timnas Indonesia. Namun, Herdman berulang kali mengembalikan fokus kepada kemampuan Garuda menjalankan standar permainan sendiri.
Menjelang pertandingan pertama melawan Singapura, fokus Timnas Indonesia kini berada pada penyelesaian persiapan dan kesiapan pemain. Vietnam dan Thailand tetap dipandang sebagai kekuatan besar yang dapat menjadi tantangan apabila Garuda melaju dari fase grup, sementara Malaysia sudah menunggu sebagai pesaing langsung di Grup A. Herdman tidak secara spesifik menetapkan Vietnam atau Thailand sebagai satu-satunya lawan terberat Indonesia. Sebaliknya, ia menegaskan tantangan utama berada pada kemampuan pemain menjaga mentalitas, kualitas, dan standar permainan sepanjang turnamen. Faktor itulah yang diyakininya akan menentukan sejauh mana Indonesia mampu bersaing di FIFA ASEAN Cup 2026.





