Lombok Tengah, 13 Oktober 2026 – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney terus memperkuat pengembangan kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai salah satu destinasi sport tourism berkelas dunia. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga internasional. Mandalika memiliki potensi besar karena didukung keindahan alam, fasilitas olahraga, dan infrastruktur pariwisata yang terus berkembang. Penguatan kawasan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas usaha. InJourney menempatkan pengembangan pariwisata berbasis olahraga sebagai bagian dari upaya memperluas kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.
Kawasan Mandalika telah dikenal luas melalui keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit yang menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai ajang balap motor. Kehadiran sirkuit tersebut memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang memiliki minat terhadap olahraga otomotif. Penyelenggaraan kompetisi internasional turut memperkenalkan keindahan Lombok kepada penonton dari berbagai negara. Selain menghadirkan pertandingan olahraga, kegiatan berskala besar juga mendorong kebutuhan terhadap akomodasi, transportasi, dan layanan wisata. Kondisi tersebut menjadikan Mandalika memiliki peluang untuk berkembang sebagai pusat kegiatan olahraga dan pariwisata yang saling mendukung.
Pengembangan sport tourism menjadi salah satu strategi untuk memperluas daya tarik Mandalika di luar kegiatan wisata pantai. Konsep ini menggabungkan pengalaman berwisata dengan aktivitas olahraga, baik sebagai peserta maupun penonton. Selain balap motor, kawasan Mandalika memiliki potensi untuk mendukung kegiatan lari, bersepeda, olahraga air, serta berbagai kompetisi berbasis alam terbuka. Keberagaman kegiatan tersebut dapat membantu menarik wisatawan dengan minat dan karakteristik berbeda. Dengan kalender acara yang terencana, kunjungan wisatawan diharapkan tidak hanya terkonsentrasi pada penyelenggaraan satu ajang besar.
InJourney memiliki peran dalam mengembangkan ekosistem pariwisata yang mendukung penyelenggaraan kegiatan internasional di Mandalika. Pengelolaan destinasi membutuhkan koordinasi antara penyedia fasilitas olahraga, pengelola akomodasi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pariwisata. Kualitas pelayanan menjadi faktor penting karena wisatawan membutuhkan akses transportasi, informasi, keamanan, serta fasilitas yang memadai. Selain itu, keberhasilan penyelenggaraan acara internasional dapat memperkuat citra destinasi apabila didukung pengalaman pengunjung yang positif. Pengembangan kawasan secara terpadu diperlukan agar Mandalika mampu bersaing dengan destinasi sport tourism lain di tingkat global.
Dampak ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan olahraga berpotensi dirasakan oleh berbagai sektor usaha di sekitar kawasan Mandalika. Hotel, penginapan, restoran, dan penyedia transportasi dapat memperoleh tambahan permintaan ketika jumlah pengunjung meningkat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga memiliki peluang memasarkan produk kuliner, kerajinan, serta berbagai kebutuhan wisatawan. Aktivitas tersebut dapat menciptakan perputaran uang yang memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Namun, besarnya dampak ekonomi tetap bergantung pada jumlah pengunjung, lama tinggal wisatawan, dan tingkat keterlibatan pelaku usaha setempat.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan pengembangan Mandalika memberikan manfaat yang merata. Warga sekitar dapat mengambil bagian melalui penyediaan layanan wisata, usaha perdagangan, maupun pekerjaan di sektor perhotelan dan penyelenggaraan acara. Peningkatan keterampilan tenaga kerja diperlukan agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan industri pariwisata yang semakin kompetitif. Program pelatihan pelayanan wisata, bahasa asing, dan pengelolaan usaha dapat membantu memperkuat kemampuan pelaku ekonomi lokal. Dengan dukungan tersebut, pertumbuhan kawasan diharapkan membuka kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain dampak ekonomi langsung, pengembangan Mandalika juga berpotensi mendorong pertumbuhan investasi di Nusa Tenggara Barat. Keberadaan fasilitas olahraga internasional dapat meningkatkan perhatian investor terhadap peluang usaha di bidang akomodasi, hiburan, dan layanan pendukung pariwisata. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pelaku usaha dalam menentukan rencana investasi. Namun, pengembangan kawasan perlu tetap memperhatikan tata ruang, kebutuhan masyarakat, dan daya dukung lingkungan. Keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan sumber daya alam menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan destinasi dalam jangka panjang.
Mandalika memiliki keunggulan berupa bentang alam pesisir yang dapat dipadukan dengan kegiatan olahraga dan wisata budaya. Pantai, perbukitan, serta kekayaan tradisi masyarakat Lombok menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dapat ditawarkan kepada pengunjung. Pengembangan paket wisata terpadu dapat mendorong wisatawan menjelajahi destinasi lain di sekitar kawasan setelah menghadiri kegiatan olahraga. Strategi tersebut berpotensi memperpanjang masa tinggal wisatawan dan memperluas distribusi manfaat ekonomi. Promosi yang konsisten juga diperlukan untuk memperkenalkan Mandalika sebagai destinasi yang menarik sepanjang tahun, bukan hanya ketika berlangsung kompetisi internasional.
Upaya InJourney memperkuat Mandalika sebagai destinasi sport tourism dunia menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. Pengembangan kawasan diharapkan tidak hanya memperkuat reputasi Indonesia sebagai penyelenggara ajang olahraga internasional, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Keberhasilan strategi tersebut membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur, pelayanan wisata, keterlibatan UMKM, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan destinasi. Dengan pengembangan yang terarah, Mandalika berpotensi memperkuat posisinya sebagai pusat pariwisata olahraga internasional sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.





