Jakarta, 15 Oktober 2026 – Kabar duka datang dari industri kecantikan Indonesia setelah pendiri Martha Tilaar Group, Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026. Pengusaha yang dikenal sebagai salah satu pelopor kosmetik nasional tersebut mengembuskan napas terakhir pada usia 89 tahun di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sekitar pukul 06.22 WIB. Kepergiannya telah dikonfirmasi oleh keluarga besar Martha Tilaar Group melalui pernyataan resmi. Martha dikenal sebagai sosok yang berhasil membangun industri kosmetik berbasis kekayaan alam dan budaya Indonesia. Perjalanan hidupnya menjadi bagian penting dalam perkembangan bisnis kecantikan nasional, mulai dari salon sederhana hingga kelompok usaha yang memiliki berbagai merek ternama.
wolipop
Martha Tilaar lahir dengan nama Martha Handana di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memberikan perhatian terhadap pendidikan dan kemandirian. Ketertarikannya pada dunia kecantikan mulai berkembang setelah mengenal perawatan tradisional melalui seorang ahli kecantikan bernama Titi Poerwosoenoe. Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik awal yang memengaruhi pilihan kariernya pada masa dewasa. Meskipun kemudian dikenal sebagai pengusaha kosmetik, Martha sebenarnya memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda dari bidang bisnis dan kecantikan.
Dalam perjalanan akademiknya, Martha Tilaar menempuh pendidikan tinggi di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta, yang kini dikenal sebagai Universitas Negeri Jakarta. Ia mengambil jurusan Pendidikan Sejarah dan berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya. Setelah lulus, Martha sempat menjalani profesi sebagai tenaga pendidik sebelum memutuskan menekuni bidang kecantikan secara lebih serius. Latar belakang pendidikan tersebut memberikan bekal dalam mengembangkan kemampuan mengajar, berkomunikasi, dan mengelola kegiatan profesional. Pengalaman sebagai pendidik juga menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam membangun lembaga pendidikan kecantikan pada kemudian hari.
Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya
Kesempatan memperdalam ilmu kecantikan datang ketika Martha mengikuti suaminya, Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, yang melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat. Selama berada di negara tersebut, Martha menempuh pendidikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana. Ia mempelajari teknik perawatan kecantikan modern, pengelolaan salon, serta berbagai keterampilan profesional yang berkaitan dengan industri kosmetik. Martha juga memperoleh pengalaman bekerja di bidang kecantikan untuk mengembangkan kemampuan praktiknya. Pendidikan di Amerika Serikat memperluas wawasannya mengenai peluang bisnis yang kemudian diterapkan setelah kembali ke Indonesia.
Setelah kembali ke Tanah Air, Martha mulai merintis usaha kecantikan pada 1970 dengan membuka salon kecil di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Usaha tersebut dijalankan dengan fasilitas sederhana dan modal yang terbatas. Namun, Martha memiliki gagasan untuk menggabungkan teknik perawatan modern dengan pengetahuan kecantikan tradisional Indonesia. Dua tahun kemudian, ia mengembangkan usahanya melalui Martha Griya Salon yang menawarkan berbagai layanan perawatan. Dari usaha tersebut, Martha mulai membangun fondasi bisnis yang kemudian berkembang menjadi Martha Tilaar Group.
Perjalanan bisnis Martha memasuki tahap penting ketika ia mengembangkan merek kosmetik Sariayu pada 1977. Produk tersebut mengangkat konsep kecantikan yang terinspirasi dari kekayaan budaya, tanaman herbal, dan tradisi perawatan perempuan Indonesia. Dalam mengembangkan produknya, Martha mempelajari berbagai pengetahuan tradisional, termasuk warisan perawatan kecantikan dari lingkungan keraton Jawa. Pendekatan tersebut menjadi pembeda antara produk kosmetik lokal yang dikembangkannya dengan sejumlah produk kecantikan internasional. Sariayu kemudian tumbuh menjadi salah satu merek kosmetik nasional yang dikenal luas oleh masyarakat.
Seiring perkembangan usaha, Martha Tilaar Group memperluas kegiatan bisnis melalui produksi kosmetik, perawatan tubuh, salon, spa, serta distribusi produk kecantikan. Berbagai merek seperti Biokos, Caring Colours, PAC, Belia, dan Dewi Sri Spa turut menjadi bagian dari pengembangan kelompok usaha tersebut. Martha juga memiliki peran dalam pengembangan PT Martina Berto yang bergerak di bidang produksi kosmetik dan produk perawatan berbahan alami. Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu pelaku industri kosmetik nasional yang tercatat di pasar modal Indonesia. Keberhasilan membangun berbagai lini usaha memperlihatkan kemampuan Martha dalam memadukan inovasi produk, pemahaman konsumen, dan identitas budaya Nusantara.
Kontribusi Martha Tilaar tidak hanya terbatas pada pengembangan produk dan perusahaan kosmetik. Ia juga mendirikan lembaga pendidikan kecantikan Puspita Martha yang berperan dalam meningkatkan keterampilan tenaga profesional di bidang tata rias, perawatan rambut, dan estetika. Melalui lembaga tersebut, Martha berupaya membuka kesempatan bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk memperoleh keterampilan yang dapat digunakan dalam dunia kerja maupun kegiatan usaha mandiri. Dedikasinya mendapatkan berbagai penghargaan, termasuk gelar doktor kehormatan dari World University Tucson, Arizona, pada 1984. Pemerintah Indonesia juga menganugerahinya Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma pada 2016 atas kontribusinya dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia.
Kemendikdasmen Repository
+1
Martha Tilaar meninggalkan empat anak, yakni Bryan David Emil Tilaar, Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Tilaar, dan Kilala Tilaar, serta sembilan cucu. Pihak keluarga menyampaikan bahwa jenazah disemayamkan di kediaman kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, sebelum dimakamkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi keluarga, dunia usaha, dan masyarakat yang mengenal kontribusinya terhadap industri kecantikan Indonesia. Selama lebih dari lima dekade, Martha membuktikan bahwa kekayaan alam dan budaya Nusantara dapat menjadi dasar pengembangan produk yang memiliki daya saing. Warisan pemikiran, pendidikan, dan bisnis yang ditinggalkannya akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan industri kosmetik nasional.
wolipop





