Jakarta, 30 September 2026 – Sisca Saras tengah menikmati fase karier yang semakin beragam dengan menjalani dunia musik dan akting secara bersamaan. Di tengah aktivitasnya sebagai penyanyi, Sisca kini juga semakin aktif terlibat dalam proyek layar lebar. Ketika ditanya apakah lebih memilih bermusik atau bermain film, ia tidak merasa harus menentukan salah satunya. Menurut Sisca, kedua bidang tersebut tetap bisa dijalankan selama mampu membagi waktu dengan tepat. Prinsip sederhana itu membuatnya memilih terus mengembangkan karier sebagai penyanyi sekaligus aktris.
Kesibukan Sisca di dunia musik saat ini salah satunya berkaitan dengan single “Gemintang”. Lagu tersebut menjadi kolaborasinya bersama musisi Tohpati dan dirilis tahun ini dengan interpretasi baru. Di tengah rangkaian aktivitas promosi lagu, Sisca juga harus mempersiapkan proyek film yang segera hadir di bioskop. Jadwal yang berdekatan membuat perhatian dan waktunya harus dibagi untuk dua bidang berbeda. Meski demikian, Sisca mengaku tidak terlalu kesulitan selama setiap kegiatan ditempatkan pada waktu yang sesuai.
Aktivitas akting terbarunya adalah film horor eksorsisme “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” arahan sutradara Rizal Mantovani. Film tersebut dijadwalkan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026. Sisca dipercaya memerankan Suster Aloysia muda, sementara versi dewasa karakter tersebut dimainkan oleh Lidya Kandou. Kesempatan itu menjadi pengalaman tersendiri karena Sisca harus membangun karakter yang tetap memiliki kesinambungan dengan sosok Suster Aloysia pada fase usia berbeda. Ia memperoleh peran tersebut setelah mengikuti proses casting.
Sisca ternyata sudah mempunyai ketertarikan terhadap “Kuasa Gelap” sebelum bergabung dalam proyek terbarunya. Ia mengaku menonton film pertamanya sekitar dua tahun lalu dan menyukai karya tersebut. Karena itu, ketika mendapatkan kesempatan mengikuti casting, Sisca langsung menyambut tawaran tersebut. Proses seleksi kemudian membawanya mendapatkan peran sebagai Suster Aloysia muda. Sisca juga mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa karakter versi dewasanya akan dimainkan oleh Lidya Kandou.
Persiapan memainkan karakter tersebut tidak hanya dilakukan melalui pendalaman naskah. Sisca dan Lidya Kandou bahkan saling bertukar rekaman suara untuk menyelaraskan karakter mereka. Cara tersebut digunakan agar pengucapan dialog, intonasi, dan beberapa detail suara Suster Aloysia muda tetap terhubung dengan versi dewasanya. Kesamaan suara keduanya juga sempat menjadi perhatian ketika proses pembacaan naskah berlangsung. Upaya itu menjadi bagian penting agar karakter yang sama pada dua periode usia berbeda terasa konsisten bagi penonton.
Menjalani musik dan akting dalam waktu berdekatan memberikan tantangan berbeda bagi Sisca. Dunia musik menuntutnya menjalani proses rekaman dan promosi, sementara film membutuhkan persiapan karakter hingga kegiatan terkait penayangan. Namun, ia memilih tidak menjadikan padatnya agenda sebagai alasan untuk meninggalkan salah satu bidang. Selama pengaturan waktunya memungkinkan, Sisca ingin terus mengambil kesempatan yang tersedia. Sikap tersebut membuat perjalanan kariernya berkembang semakin luas dibandingkan hanya berkonsentrasi pada satu bidang hiburan.
Tahun 2026 pun menjadi periode yang cukup sibuk bagi Sisca Saras dengan musik dan film berjalan beriringan. “Gemintang” memperpanjang perjalanan kariernya sebagai penyanyi, sementara “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” memberikan ruang baginya untuk semakin mengembangkan kemampuan akting. Dengan film tersebut segera tayang pada 8 Oktober, aktivitas Sisca dalam waktu dekat masih akan diwarnai agenda promosi dan pekerjaan di industri hiburan. Alih-alih menentukan pilihan antara bernyanyi atau berakting, Sisca memilih menjalani keduanya selama kesempatan dan waktu masih memungkinkan. Bagi dirinya, keseimbangan menjadi kunci agar dua jalur karier tersebut dapat terus berkembang bersama.





