Jakarta, 19 September 2026 – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) memaparkan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia dalam kegiatan akademik di Australia. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi industri halal dan sistem keuangan syariah Indonesia kepada komunitas internasional. Kalangan akademisi dan mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai kebijakan serta perkembangan ekosistem ekonomi syariah di Tanah Air. Indonesia dinilai memiliki modal besar karena didukung populasi Muslim yang besar serta aktivitas ekonomi yang beragam. Pengembangan ekonomi syariah juga tidak hanya berfokus pada sektor keuangan, tetapi mencakup industri halal dan kewirausahaan. Forum di lingkungan kampus menjadi kesempatan untuk memperluas dialog mengenai perkembangan sektor tersebut.
Dalam pemaparannya, KNEKS menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah Indonesia dilakukan melalui pendekatan ekosistem yang melibatkan berbagai sektor. Industri makanan dan minuman halal, fesyen Muslim, pariwisata ramah Muslim, farmasi, kosmetik serta ekonomi kreatif menjadi bagian dari potensi yang terus dikembangkan. Di sektor keuangan, perbankan syariah, pasar modal syariah dan pembiayaan berbasis prinsip Islam juga terus diperluas. Integrasi antara sektor keuangan dan kegiatan usaha menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan dampaknya terhadap perekonomian. Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah turut menjadi perhatian karena memiliki peran besar dalam rantai industri halal. Penguatan kapasitas UMKM diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi syariah hingga tingkat masyarakat.
KNEKS juga menyoroti pentingnya dukungan regulasi, inovasi dan sumber daya manusia dalam mempercepat perkembangan sektor tersebut. Ekonomi syariah membutuhkan tenaga profesional yang memahami prinsip syariah sekaligus memiliki kemampuan di bidang bisnis, teknologi dan keuangan. Karena itu, perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam menghasilkan riset serta sumber daya manusia yang dibutuhkan industri. Kolaborasi akademik dengan institusi luar negeri dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengembangan penelitian bersama. Australia menjadi salah satu negara yang dinilai memiliki peluang untuk memperluas kerja sama dalam bidang pendidikan maupun industri halal. Hubungan ekonomi kedua negara juga dapat menjadi landasan untuk membangun kolaborasi yang lebih luas.
Pembahasan turut mencakup perkembangan sertifikasi halal dan pentingnya standar produk dalam perdagangan internasional. Permintaan terhadap produk halal tidak hanya berasal dari negara dengan mayoritas penduduk Muslim, tetapi juga berkembang di berbagai pasar global. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi produsen Indonesia untuk meningkatkan ekspor apabila mampu memenuhi standar kualitas dan kebutuhan konsumen internasional. Sistem jaminan produk halal menjadi salah satu unsur yang dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk Indonesia. Selain itu, efisiensi produksi, inovasi dan kemampuan membangun jaringan distribusi tetap menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan. Ekonomi syariah dengan demikian dipandang sebagai bagian dari aktivitas ekonomi yang memiliki peluang pasar lintas negara.
Digitalisasi juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pemanfaatan teknologi dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih besar. Platform pembayaran, pembiayaan digital dan perdagangan elektronik memberikan ruang baru bagi pengembangan produk serta layanan berbasis prinsip syariah. Namun, perkembangan teknologi perlu disertai tata kelola dan perlindungan konsumen yang memadai. Literasi masyarakat juga harus ditingkatkan agar penggunaan layanan keuangan digital dilakukan secara aman dan sesuai kebutuhan. Kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi dan komunitas menjadi penting untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan.
Kegiatan di Australia diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai posisi Indonesia dalam perkembangan ekonomi syariah global sekaligus membuka peluang kerja sama baru. Pertukaran gagasan dengan kalangan akademisi dapat menjadi dasar bagi penelitian, program pendidikan maupun kolaborasi industri pada masa mendatang. Indonesia juga memiliki kesempatan memperkenalkan produk halal dan layanan keuangan syariah kepada pasar yang lebih luas. KNEKS terus mendorong penguatan ekosistem agar ekonomi syariah dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan sektor tersebut tetap membutuhkan inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan akses pasar internasional. Melalui keterlibatan dalam forum akademik global, pengalaman Indonesia dalam membangun ekonomi syariah diharapkan semakin dikenal di tingkat internasional.






