Jakarta, 9 Mei 2026 – Xiaomi kembali menarik perhatian pengguna gadget setelah menghadirkan program upgrade baterai untuk smartphone lawas mereka. Menariknya, program ini bukan sekadar penggantian baterai biasa, melainkan menawarkan baterai baru dengan kapasitas lebih besar dibanding versi bawaan pabrik pada sejumlah perangkat lama.
Program tersebut diumumkan untuk lini Xiaomi 13 series yang masih memiliki banyak pengguna hingga saat ini. Xiaomi menyebut layanan ini ditujukan bagi pengguna yang ingin memperpanjang usia perangkat tanpa harus membeli smartphone baru, terutama karena masalah baterai menjadi salah satu alasan utama orang mengganti ponsel lama mereka.
Dalam program tersebut, kapasitas baterai sejumlah perangkat bahkan meningkat cukup signifikan. Xiaomi 13 yang awalnya memiliki baterai 4.500 mAh dapat di-upgrade menjadi 4.850 mAh. Sementara Xiaomi 13 Pro meningkat dari 4.820 mAh menjadi 5.361 mAh, dan Xiaomi 13 Ultra naik dari 5.000 mAh menjadi 5.500 mAh. Peningkatan tersebut dinilai cukup besar untuk membantu memperpanjang daya tahan penggunaan harian.
Biaya layanan upgrade baterai ini disebut berada di kisaran 189 yuan atau sekitar Rp480 ribuan dan sudah termasuk biaya pemasangan resmi di pusat servis Xiaomi. Harga tersebut dianggap cukup menarik karena pengguna tidak hanya mendapatkan baterai baru, tetapi juga kapasitas yang lebih besar dibanding sebelumnya.
Namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian pengguna sebelum mengikuti program ini. Xiaomi menjelaskan bahwa perilaku pengisian daya setelah upgrade kemungkinan akan sedikit berbeda dibanding baterai bawaan. Dalam beberapa kasus, pengisian daya disebut bisa memakan waktu lebih lama karena sistem perlu melakukan penyesuaian terhadap baterai baru.
Selain itu, beberapa aplikasi pihak ketiga kemungkinan tidak langsung membaca kapasitas baterai baru secara akurat. Xiaomi menyarankan pengguna mengecek informasi kesehatan dan kapasitas baterai langsung melalui menu pengaturan resmi sistem agar data yang ditampilkan lebih valid.
Pengguna juga diminta memastikan sistem operasi perangkat sudah diperbarui ke versi tertentu sebelum proses penggantian dilakukan. Hal ini penting karena baterai baru memiliki karakter pengisian dan pengelolaan daya yang berbeda dari versi original perangkat.
Pengamat teknologi menilai langkah Xiaomi ini cukup unik di industri smartphone modern. Selama ini sebagian besar produsen hanya menyediakan penggantian baterai standar tanpa peningkatan kapasitas. Program seperti ini dianggap dapat membantu mengurangi limbah elektronik karena pengguna terdorong mempertahankan perangkat lama lebih lama daripada langsung membeli HP baru.
Di sisi lain, program tersebut juga memperlihatkan perubahan tren industri gadget yang mulai lebih memperhatikan keberlanjutan dan umur pakai perangkat. Dengan performa smartphone flagship yang kini mampu bertahan bertahun-tahun, baterai memang menjadi salah satu komponen utama yang menentukan apakah perangkat masih nyaman digunakan atau tidak.
Meski mendapat respons positif dari banyak pengguna, ada satu hal yang cukup disayangkan. Hingga saat ini, program upgrade baterai Xiaomi tersebut baru tersedia khusus untuk pasar China dan belum diumumkan untuk negara lain, termasuk Indonesia. Banyak pengguna global berharap layanan serupa nantinya juga hadir secara internasional karena dinilai sangat membantu pemilik smartphone lawas yang masih ingin mempertahankan perangkat mereka lebih lama.







